Adab Bermuamalah Agar Usaha Berkah

Kehidupan saat ini melekat pada transaksi jual beli di era modern. Bahkan hal tersebut telah dilakukan sejak kecil seperti membeli mainan. Karena itu setiap jual beli bisa dilakukan di mana saja karena digitalisasi yang semakin maju.

Dalam Islam, setiap transaksi memiliki aturan dimana praktik ekonominya tidak boleh dilanggar dan harus dilakukan sesuai syariah. Dengan sistem syariah, transaksi di era modern lebih aman dengan memahami apa itu muamalah dalam berwirausaha.

Apa Itu Muamalah?

Islam memiliki beberapa aturan dalam bertransaksi salah satunya adalah muamalah. Pengertian muamalah ini adalah menukar barang dengan memberi manfaat sehingga umat Islam dapat bertransaksi lebih mudah dan saling memberi manfaat satu dengan lainnya. 

Muamalah sendiri berlaku sebagai syariat Islam di bidang ekonomi. Contoh transaksi muamalah adalah menyewa, jual beli hingga transaksi bermanfaat lainnya. Muamalah juga dilakukan dalam kegiatan modal usaha karena kedua hal tersebut masuk dalam syariah Islam.

Dengan transaksi muamalah yang sesuai, kehidupan akan terjamin dan lebih enak. Hal ini membuat setiap orang terhindar dari perbuatan tercela dan dosa jika bertransaksi  di luar syariat Islam. Muamalah bertujuan agar hubungan harmonis setiap manusia terjamin dan terciptanya kehidupan rukun. Seperti tolong menolong hingga menjalankan syariah serta taat kepada Allah merupakan muamalah yang baik bagi hubungan umat islam.

Adab Bermuamalah dalam Berwirausaha 

Bertransaksi dalam Islam memiliki adab dan aturan dalam menjalankan usaha, karena itu ada beberapa aturan yang harus diketahui dalam bermuamalah. Apa saja?

  1. Berlaku Jujur dan Toleransi

Berlaku jujur jadi hal utama dalam melakukan muamalah, dengan berlaku jujur hal ini memperlihatkan akhlak seseorang saat berwirausaha. Kejujuran saat berdagang akan diberi keberkahan oleh Allah sehingga dimudahkan jalannya.

Namun penjual dan pembeli bisa memutuskan transaksi jika salah satu pihak merasa dirugikan. Jika bisa jujur maka keduanya akan mendapatkan berkah dan manfaat dari transaksi yang dilakukan.

  1. Memberi Saran dan Tidak Menipu 

Bersikap curang dan menipu merupakan perilaku yang merugikan setiap orang saat berdagang. Hal ini menghilangkan rasa percaya diri terhadap penjual dan kepercayaan konsumen karena merasa tertipu dengan transaksi yang dilakukan 

Di sisi lain memberi saran dan informasi penting dapat menjaga hubungan transaksi dengan baik. Karena itu memberi informasi yang tepat dapat menguntungkan kedua belah pihak. 

  1. Tidak Menghasut dan Melanggar Ketentuan

Menghasut adalah perilaku buruk karena dapat menyesatkan setiap orang.  Berkembangnya media sosial membuat perilaku ini seringkali dilakukan pengusaha untuk melariskan dagangannya. Mulai dari bullying, ujaran kebencian dan mencari musuh di media sosial jadi hal buruk dan tidak patut ditiru.

Karena itu jauhilah hal yang menghasut dan merugikan diri sendiri. Dalam ketentuan islam telah tertulis jelas dan tidak boleh dilanggar, namun banyak orang melanggarnya tanpa memperhatikan hukum di media sosial yang diatur dalam UU No 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Hal tersebut mengatur penyebaran hoaks, ujaran kebencian hingga mencuri data orang lain tanpa izin merupakan pelanggaran.

  1. Profesional dan Bijak dalam Bisnis

Bertransaksi perlu melihat latar belakang agar bisnis berjalan lancar. Dengan bijak dan profesional hal ini perlu dilakukan agar muamalah dalam berwirausaha diberkahi oleh Allah. Dengan bijak menanggapi masalah, bisnis yang dijalankan pasti berjalan lancar dan barokah.

Memiliki reputasi yang baik dan tidak saling menjatuhkan akan membuat bisnis lebih lancar dan langgeng. Karena itu pentingnya bijak dan profesional dalam bisnis jadi satu kesatuan agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahpahaman dalam tindakannya.

Dampak menjalankan muamalah sesuai Syariat

Jika hal diatas telah dijalankan, maka setiap orang akan mendapatkan dampak baik karena sesuai dengan nilai dan syariat Islam. Apa dampak yang diperoleh ketika bermuamalat dengan baik sesuai syariat?

Rezeki Lancar

Rezeki yang Allah berikan jika berwirausaha dengan jujur akan dilipatgandakan sesuai perilakunya. Karena itu jika mengikuti syariah islam dan bermuamalah dengan baik maka rezeki akan selalu dilancarkan. Karena rezeki sendiri tidak hanya uang, namun mendapatkan teman dagang yang jujur hingga memiliki konsumen baik hati merupakan rezeki pemberian Allah dan patut disyukuri.

Bersyukur atas apa yang dimiliki

Mendapatkan jerih payah dari apa yang diusahakan patut disyukuri agar hasil tersebut barokah. Dengan mensyukuri setiap pemberian Allah, maka akan diberi nikmat lebih yang tidak terduga. Karena itu pentingnya bersyukur disaat menjalankan dagang dan memiliki partner baik merupakan rezeki dari Allah. Bersyukur dengan omzet seadanya dan terus mengasah diri  lebih baik membuat Allah senang karena hambanya dapat bersyukur dengan kelebihan dan kekurangan yang diberikan.

Mendapat Kehidupan Lebih Baik

Di sisi lain ketika memiliki syukur yang tinggi dan rezeki yang berlimpah, kehidupan akan naik tingkat sehingga memiliki kehidupan lebih baik dan dimudahkan rezeki hingga urusan dunianya. Karena dengan bersyukur setiap orang mendapat imbalan dari Allah dengan cara berbeda.

Namun hal itu tidak datang begitu saja, harus melewati kehidupan yang sulit dan menantang sehingga senantiasa bersyukur kepada Allah atas pemberiannya jadi suatu anugrah dan patut disyukuri agar memiliki kehidupan lebih baik.

Dengan mengetahui adab bermuamalah, umat islam wajib mengetahuinya agar dapat berdagang maupun berbisnis dengan jujur dan mengatasnamakan Allah di setiap jalannya agar dimudahkan dunianya.

Scroll to Top
×

Whatsapp

×