Ramadhan dan momen kebangkitan Ekonomi Syariah

Ramadhan bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ramadhan juga menjadi momentum baik bagi kebangkitan ekonomi syariah. Selama bulan Ramadhan, permintaan dan penawaran terhadap produk-produk halal meningkat secara signifikan, seperti makanan, minuman, pakaian, kosmetik, dan barang kebutuhan lainnya. Selain itu, investasi sosial dan filantropi dalam ekonomi syariah juga tumbuh. 

Selain konsumsi, lonjakan pengeluaran meningkat menjelang lebaran. Biasanya orang-orang mengeluarkan uang untuk belanja baju baru, parcel atau oleh-oleh untuk keluarga di desa, dan jajan lebaran. Tingginya permintaan selama Ramadhan ini menyebabkan inflasi. Meski dinilai positif, tingginya inflasi perlu diwaspadai. Badan Pusat Statistik mencatat jika sebagian besar kota di Indonesia mengalami inflasi terutama di luar pulau Jawa dan Sumatra. Untuk itu, pemerintah perlu mengontrol distribusi pangan atau bahan pokok di pasaran dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi 

Untuk itu, peran ekonomi yang menonjol di bulan ramadhan perlu diwaspadai untuk mengurangi inflasi tersebut. Penerapan ekonomi syariah nyatanya bukan hanya untuk warga Muslim. Negara non Muslim seperti Australia, Tiongkok dan Brazil mengimplementasikan ekonomi syariah dan menjadi industri halal global. Kini, sebagian industri halal masih didominasi oleh negara yang mayoritasnya bukan muslim.

Ramadhan 2023, KNEKS yang merupakan lembaga nonstruktural dan diketuai presiden republik Indonesia mengadakan halal fair. Acara tersebut bertujuan dalam wadah integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan syariah yang melibatkan lembaga tersebut. Acara ini bertujuan dalam meliterasi masyarakat terkait ekonomi syariah.

Sebagian UMKM kini memiliki bisnis yang sudah halal. Namun, mereka tidak mengetahui jika yang mereka lakukan adalah ekonomi syariah. karena itu mereka dapat meningkatkan pendapatannya dengan memiliki branding yang baik sehingga menarik lebih banyak konsumen.

Diharapkan, infrastruktur ekonomi syariah di Indonesia dapat berkembang dan semakin maju. Ini penting bagi perekonomian Indonesia saat krisis covid-19, maka dari itu perlu mencari jalur alternatif dalam perekonomian. Jalur tersebut adalah ekonomi syariah yang berharap dapat tumbuh berkelanjutan.

Di bulan Ramadhan, beberapa bisnis berpotensi besar bisa berkembang. Identik dengan puasa dan shalat, pelaku bisnis dapat menyediakan produk maupun layanan berbasis ramadhan seperti makanan dan minuman untuk berbuka puasa hingga catering. Promosi dan marketing di bulan puasa perlu diperhitungkan untuk pelaku bisnis saat ramadhan. Ini penting dalam menarik perhatian konsumen, dengan menawarkan berbagai produk dan layanan berbeda membuat konsumen tertarik mencoba produk tersebut. 

Mulai dengan membuat iklan dan konten promosi yang efektif, cara ini berguna untuk meningkatkan branding tentang layanan dan penawaran produk. Maka dari itu promosi merupakan hal utama dalam meningkatkan penjualan bisnis di era digital, adanya promosi ini membuat pebisnis dapat memaksimalkan potensi bisnisnya. Di sisi lain, strategi khusus bulan ramadhan memberi manfaat bagi bisnis untuk memaksimalkan penjualan. Strategi tersebut dapat menarik perhatian konsumen dengan harga khusus sehingga konsumen tidak merasa dirugikan dan bisnis tidak merugi karena menerapkan strategi ini.

Meningkatkan pelayanan selama ramadhan menjadi cara ampuh dalam memaksimalkan bisnis. Banyak orang yang sibuk saat ramadhan, maka dibutuhkan pelayanan ekstra dalam melayani mereka sehingga layanan tersebut banyak dipilih dan disukai konsumen.

Persaingan ketat menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis di bulan ramadhan. Maka dari itu banyaknya persaingan membuat pebisnis perlu menerapkan strategi secara bijak agar dapat bersaing sehat. Di sisi lain, tantangan logistik menjadi kesulitan yang tidak bisa dihindari.

Apalagi stok barang habis di borong untuk sektor tertentu, sehingga pebisnis perlu mencari logistik lainnya. Terlebih, promosi di media sosial dengan kompetitor yang sama menjadi kendalanya. Adanya media sosial, pelaku bisnis perlu memperhatikan perilaku konsumen dalam memasarkan kontennya.

Kini, konsumen lebih suka konten video di mana mereka melihat konten instagram dan facebook. Ini menjadi indikasi jika konten video lebih laku dibanding gambar, terlebih jika konten tersebut menarik banyak perhatian konsumen dari segi video yang jernih dan harga produk terjangkau.

Ternyata, layanan chat juga efektif dalam membangun engagement dari konsumen. Layanan tersebut memudahkan konsumen memberi kesan positif pada bisnis, maka hal ini dibutuhkan agar mereka mengenal lebih dalam tentang produk dan memperbesar peluang konsumen dalam membeli produk.

Menggunakan jasa influencer menjadi cara berikutnya dalam meningkatkan penjualan. Dengan menggunakan jasa influencer, mereka akan mempromosikan produk maupun layanan kepada penggemarnya. Karena itu pesona influencer yang luar biasa ampuh untuk menggaet konsumen baru.

Maka dari itu, tidak ada salahnya menggunakan jasa influencer dalam mempromosikan bisnis agar lebih optimal. Sementara, merencanakan konten sesuai produknya perlu memiliki rencana yang matang. Ini mempengaruhi strategi dalam menjual produk maupun layanan saat bulan ramadhan.

Semakin related produk maupun layanan dengan ramadhan, inilah yang membuat konsumen semakin tertarik. Jangan lupa, sesuaikan budget pemasaran dengan produk atau layanan yang ingin dipasarkan. Rencana tersebut bertujuan untuk mengincar konsumen tertarget.

Maka, dibutuhkan biaya yang cukup sehingga pebisnis dapat memasarkan produk menggunakan strategi tepat dan biaya hemat. Tidak heran jika bulan ramadhan merupakan bulan berkah di mana potensi pasar bisnis meningkat, untuk itu 89% konsumen terdorong membeli produk saat melihat iklan di bulan ramadhan.

Mengkategorikan iklan untuk memilih platform iklan yang tepat juga penting. Ini berguna untuk melihat bagaimana reaksi audiens tertarget untuk membeli produk maupun menggunakan layanan. Data Telkomsel Ramadhan 2022 mengatakan, tahun lalu perilaku belanja saat ramadhan meningkat 44%. Lebih dari 50% responden dari survei mengaku jika mereka berbelanja lebih dari tiga kali dalam sebulan.

Ini menunjukkan jika peningkatan ekonomi syariah saat bulan ramadhan cukup tinggi. Maka, momen bulan ramadhan perlu dimanfaatkan pelaku UKM dalam merencanakan strategi bisnis yang tepat. Dengan penerapan bisnis secara tepat, hal ini dapat menunjang pendapatan para pelaku UKM.

Di sisi lain, ekonomi syariah saat bulan ramadhan dapat meningkat karena konsumsi masyarakat. Selain bersedekah, hal yang membuat meningkatnya ekonomi syariah adalah pelaku UKM. Tidak heran jika berbagai sektor bisnis yang relate dengan ramadhan pasti meningkat pendapatannya karena strateginya matang dan menarik.

Scroll to Top
×

Whatsapp

×