Pertumbuhan digital banking di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami kenaikan secara signifikan. Dia membawa perubahan besar terhadap perilaku masyarakat dalam mengakses dan menggunakan layanan keuangan. Konsistensi pertumbuhan digital banking secara tidak langsung menegaskan bahwa sistem pembayaran keuangan digital (cashless) sudah diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai negara dengan populasi besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Indonesia mengalami lonjakan adopsi teknologi di berbagai sektor, termasuk perbankan. Seiring perubahan gaya hidup dan percepatan konektivitas internet, masyarakat semakin cenderung mengandalkan perbankan digital untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking di Indonesia naik sebesar 11,51% yoy atau mencapai Rp14.971,28 triliun pada kuartal III/2023. Sementara volume transaksinya naik 36% mencapai 4,22 miliar.

Pertanyaanya, apa yang kemudian memicu pertumbuhan digital banking di Indonesia? Berikut beberapa faktor pendorongnya:

  • Penetrasi internet meningkat: Semakin meluasnya akses internet di seluruh negeri telah membuka pintu bagi banyak orang untuk mengakses layanan perbankan digital dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja.
  • Adopsi smartphone: Lonjakan pengguna smartphone di Indonesia menjadi salah satu faktor utama dalam menggerakkan pertumbuhan digital banking. Saat ini masyarakat bisa mengakses berbagai layanan perbankan melalui smartphone. Karenanya, penting bagi bank untuk terus berinovasi mengembangkan aplikasi yang user-friendly agar memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan akun mereka.
  • Inovasi teknologi keuangan digital atau FinTech: Kemunculan perusahaan teknologi keuangan (FinTech) telah mendorong inovasi di sektor perbankan. Kolaborasi antara bank dan perusahaan FinTech menghasilkan solusi inovatif, seperti pembayaran digital, pinjaman online, dan investasi secara digital. Inovasi teknologi digital banking terus menawarkan berbagai kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah. Sehingga mereka bisa melakukan berbagai transaksi perbankan dengan mudah, cepat, kapan saja, dan dimana saja.
  • Program keuangan inklusif: Pemerintah Indonesia bersama institusi keuangan terus menggalakkan program keuangan inklusif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan melalui teknologi digital. Bukan hanya inklusi keuangan, Pemerintah juga mendukung pengembangan layanan perbankan digital melalui program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Pertumbuhan digital banking di Indonesia tidak hanya menggambarkan transformasi dalam pemberian layanan keuangan, tapi juga menciptakan peluang baru bagi inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Dengan terus berinovasi dan merespons kebutuhan konsumen, sektor perbankan digital di Indonesia diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang, membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.

Meski pertumbuhan digital banking di Indonesia belakangan sangat positif bahkan diprediksi terus naik, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Beberapa di antaranya adalah kekhawatiran terkait keamanan data, ketidaksetaraan akses internet di seluruh negeri, dan perluasan literasi keuangan di kalangan masyarakat. Karenanya, penting bagi pemerintah dan pelaku sektor keuangan digital untuk mengatasi tantangan tadi agar digital banking di Indonesia bisa terus berkembang dan memberi kontribusi lebih signifikan bagi inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

0 Shares:
You May Also Like